Bila terdengar isu tentang kebijakan pemerintah yang kemudian mengusik kalangan bawah, maka mahasiswa akan bergerak. Melakukan demonstrasi menuntut kebijakan tersebut dibatalkan demi nama rakyat. Namun, bila melihat perilaku mahasiswa sekarang, melakukan demonstrasi di jalan protokol. Mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas, lalu mereka mengatasnamakan rakyat dalam orasinya. Sungguh ironis ketika mereka mengumandangkan nama rakyat tapi malah rakyat yang merasakan kesusahan.
Menutup akses jalan, membakar ban dan merusak, terkadang keadaan inilah yang mengakhiri demonstrasi mahasiswa yang diatasnamakan rakyat.
Hendaklah mahasiswa lebih berfikir positif untuk menyuarakan aspirasi masyarakat lewat jalur yang sehrusnya tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas. Lagi pula, demonstrasi yang dilakukan tak banyak membantu untuk merubah kebijakan pemerintah. Diperlukan pemikiran kreatif lagi untuk kemudian pemerintah mendengarkan aspirasi mahasiswa, karena inilah yang terjadi. Mahasiswa turun ke jalan, tapi kebijakan yang dianggap merugikan rakyat toh masih terus berjalan dengan mulusnya. Ayolah kawan. Keringat kkalian di tengah teriknya mentari tak dilirik sedikitpun oleh para penguasa. Mari kita lebih berfikir kreatif lagi. Agar aspirasi yang kita suarakan kemudian mendapat respon positif dari pemerintah. Bukannya malah menjadi bumerang bagi masyarakat kecil yang sudah menderita.Chayo Mahasiswa!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar